Sunday, 8 April 2018

Sumbang

Kuatnya belenggu besi

Mengikat kedua kaki

Tajamnya ujung belati

Menujam di ulu hati

Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya

Pasti mati

Di kepala tanpa baja di

Tangan tanpa senjata

Akh itu soal biasa yang

Singgah di depan mata kita

Lusuhnya kain bendera di

Halaman rumah kita

Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan

Banyaknya persoalan yang datang tak

Kenal kasian menyerang dalam gelap

Memburu kala haru dengan

Cara main kayu

Tinggalkan bekas biru lalu

Pergi tanpa ragu

Setan-setan politik kan datang mencekik

Walau dimasa pacekik tetap mencekik

Apakah slamanya politik itu kejam?

Apakah selamanya dia datang

'Tuk menghantam?

Ataukah memang itu yang sudah

Digariskan?

Menjilat, menghasut, menindas

Memperkosa hak-hak sewajarnya

Maling teriak maling sembunyi balik

Dinding pengecut lari terkencing-kencing

Tikam dari belakang lawan lengah

Diterjang lalu sibuk mencari kambing

Hitam

Selusin kepala tak berdosa

Berteriak hingga serak didalam ngeri

Yang congkak lalu senang dalang

Tertawa...he...he...he...he...

No comments:

belajar widget

Aku jalan sendiri Dijalan yang sering aku lewati dulu Aku masih melihat Wajah-wajah yang aku kenal dahulu Oh di kota ini di kota ini Oh...